Tahun sembilanpuluhan, orang Jawa Timur khususnya begitu mengenal nama Bondet. Itu merupakan nama tokoh dalam rubrik ''OPO MANEH'' di Jawa Pos. Rubrik yang satu ini memang isinya penyimpangan seksual, atau seks di luar pernikahan.
Saking terkenalnya rubrik tersebut, maka kosa kata Bondet pun diartikan lain. Misalnya orang yang suka selingkuh, bisa dijuluki si Bondet, atau sedang ''mbondet''
Mengapa memakai istilah atau nama Bondet?
Bondet sebenarnya nama temanku di Akademi Wartawan Surabaya (sekarang STIKOSA AWS). Setiap hari, saat berangkat ke kampus saya dan Bondet selalu janjian ketemu di daerah Kupang, Surabaya untuk berangkat bersama. Saat itu, Bondet tinggal di Banyuurip, sedang saya di Perumnas Tandes.
Nah, si Bondet yang memang terkenal ganteng, juga suka nyewek. Saat naik Angkot ke kampus, ia tak akan mau naik kalau di angkot itu tak ada ceweknya. Biar angkot kosong, ia tak bakalan mau naik. Tapi kalau ada ceweknya, tentu yang cakep menurut ukurannya, ia pun buru-buru naik, meski kondisi angkot sudah berjejalan.
Nah, saat saya memegang rubrik itulah, nama si bondet saya pakai. Dari situlah ia selalu ingat kepada saya, meski sekarang berjauhan. Ia sekarang jadi pimpinan di Memorandum, sedang aku sekarang di Malang pegang tabloid kecil-kecilan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar